Mengasah Mata Batin Dan Mendapatkan Ilham

Mengasah Mata Batin Dan Mendapatkan IlhamMengasah Mata Batin Dan Mendapatkan Ilham – SAYA yakin bahwa mendapatkan ilham atau petunjuk yang langsung dari Allah SWT itu prosesnya sama seperti proses turunnya wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad SAW Yaitu sebuah proses yang terjadi karena kehendak Allah.

Bukan atas kehendak nabi SAW Terbukti, suatu saat pun Nabi SAW pernah gundah karena sekian lama tiada turun wahyu. Sampai-sampai orang-orang kafir mengolok-olok Nabi SAW bahwa Tuhan telah meninggalkan Muhammad.

Selain wahyu turun bukan atas kehendak Rasulullah SAW, turunnya pun secara tiba-tiba disaat beliau tidak menduganya. Pada umumnya, wahyu turun disaat Nabi SAW menghadapi suatu masalah yang beliau butuh penjelasan. Namun wahyu itu pun pernah terputus untuk sesaat.

Dijelaskan, setelah sepuluh kali menerima wahyu, dimulai dari surat Iqra, Al- Qalam, Al-Muddatstsir, At-Takwir, AlMuzzammil, Al-Masad, At-Takwir, Sabbihsisma, Alam Nasyrah, Al Ashr dan Al-Fajr, tiba-tiba turunnya wahyu terputus.

Sekian lama Nabi SAW menanti datangnya Jibril malaikat pembawa wahyu, namun Jibril tak kunjung tiba. Kegelisahan itu berakhir ketika kemudian turun wahyu kesebelas.

Mengambil hikmah dari proses turunnya wahyu itu hendaknya. Bisa kita ambil pelajaran bahwa setinggi apapun tingkat spiritual manusia, ia tidak kuasa “mendapatkan” ilham dari Allah SWT sesuai kehendak hatinya.

Kecuali jika yang dijadikan medium ilham itu bersumber dari dzat selain Allah SWT. Apakah itu khodam jin, setan atau jenis makhluk ciptaan yang lain. Termasuk khodam dari kalangan manusia yang juga banyak yang “menghamba” kepada orang yang oleh masyarakat dikenal sebagai orang tua yang waskita.

Sebatas Upaya Mengasah Mata Batin

Walau ilham tidak bisa kita panggil sekehendak hati, manusia masih diperkenankan untuk mengupayakannya. Metode yang digunakan pun beragam. Ada yang dengan melakukan shalat istikhoroh, memohon jawaban atau
ditunjukkan pilihan yang baik.

Jawaban dari shalat istikhoroh itu pun tidak harus langsung seketika, kecuali untuk hal-hal yang sifatnya mendesak sehingga ada yang menggunakan sistim lintingan yang bertuliskan kata “af’al dan la taf’al”.

Ada juga yang menggunakan istikhoroh dengan membuka lembaran Al- quran. Afdhalnya, seseorang itu harus dalam kondisi yang bersih dari hadas kecil dan besar dan setelah melakukan shalat sunnah dua rakaat.

Setelah mengemukakan pertanyaannya kemudian membuka lembaran Al- quran. Selanjutnya jika tidak mengetahui arti dali ayat Alquran yang paling atas pada lembar halaman itu, catatlah.

Cari terjamahannya pada Alquran yang ada terjamahan. Pahami artinya, disitu akan tersirat makna apakah apa yang akan Anda tempuh itu baik atau tidak baik.

Ada juga yang menggunakan sistem menarik biji tasbih secara acak ( asal-asalan) setelah itu hitung dua biji – dua biji. Jika sampai akhir dari biji tasbih itu ada sisa genap atau ganjil (satu atau dua) itu ada maknanya. Jika ganjil (satu) berarti “ya/baik” j ika genap (dua) berarti “jangan/tidak baik”.

Bagi Anda yang ingin mengasah mata batinnya bisa menggunakan sarana spiritual berupa Tasbih Kecubung Nurbarokah Istimewa. Sarana spiritual yang sudah di Asma secara khusus, sehingga ketika digunakan wirid energinya bisa lebih berkali-kali lipat dari tasbih biasa.

Silakan pelajari selengkapnya mengenai Tasbih ini dengan membuka website www.tasbihkecubung.com

 5,069 total views,  3 views today

Artikel lainnya:

  • cara mendapatkan ilham dari allah swt